Serius,,Aku
Pernah Buang Limbah Di Kelas
Saat baru pertama kali masuk sekolah tepatnya saat kelas
1 SD merupakan hal yang paling kurang menyenangkan bagi kita. Karena kita harus
berpisah dengan teman-teman kecil kita di TK dan kita waktu itu kebanyakan
masih banyak belum bisa move on untuk
bertemu dengan teman-teman baru. Karena teman baru belum tentu bisa menerima
apa adanya sifat dan kelakuan kita. Dan beruntungnya kita saat itu teman-teman
TK kita ternyata banyak yang melanjutkan sekolah yang sama. Oke, saat pertama
masuk SD ini masih belum banyak yang saling mengenal dengan temen baru.
Temen-temen saat itu hanya duduk dan bermain dengan temen satu TKnya
masing-masing. Jadi yang paling enak saat di kelas saat itu banyaknya
temen-temen TK yang bersekolah SD di sekolah yang sama. Jadi seakan-akan mereka
tidak malu-malu untuk melakukan apa saja, termasuk menjailin teman dari TK yang
beda sekolah.
Nah, ceritanya waktu itu ada tiga temen cewek yang entah
trio ini memberikan nama grupnya apa. Mereka itu seperti trio girl band yang
norak dan kecentilan sih sebetulnya. Mereka bertiga ini memang dari awal masuk
SD sudah terlihat kompak dan kemana-mana selalu bersama karena mereka bertiga
dari sekolah TK yang sama dan kebetulan diasuh dengan babby sitter yang sama
pula. Wajar kalo selera mereka bertiga itu selalu sama, iya terpaksa
disama-samain sih maksudnya. Biar chemistrynya
dapet gitu.
Setelah kegiatan sekolah mulai aktif seperti biasanya,
temen-temen sudah mulai saling mengenal satu sama lain kecuali trio girl band
ini. Mereka bertiga memang kurang akrab dengan teman-teman yang lain. Nggak tau
juga kenapa mereka nggak mau bergaul dengan teman-teman yang lain. Mungkin
kesan pertama mereka setelah melihat wajah-wajah temen sekelas seperti anak-anak
korban malpraktek dukun yang baru belajar santet. Wajar kalo mereka kurang
berminat berteman dengan temen-temen yang lain.
Pada saat pelajaran pertama bagi kita yang baru masuk ke
SD itu seharusnya menjadikan pelajaran yang menyenangkan dan bisa dijadikan
cerita yang menyenangkan ke orang tua ketika kita sangat antusias ketika
mengikuti pelajaran pertama disaat orang tua menanyakan bagaimana saat kita
mengikuti pelajaran di sekolah tadi siang. Tapi di kelas kita, pelajaran pertama
itu mungkin nggak akan kita ceritakan sama orang tua.
Karena saat pelajaran pertama itu ada kejadian yang
mungkin ini memang disengaja atau enggak dilakukan sama temen kita yang bernama
Geta. Dia ini anggota kelompok trio girl band centil di kelas kita. Biasanya
Meta, Geta dan Sherly ini kemana-mana selalu bersama. Tapi untuk kali ini,
mereka tidak bisa bersama saat di kelas, karena saat di kelas itu duduknya satu
meja dua orang. Otomatis salah satu dari mereka harus dipisah. Saat itu Meta
duduk satu meja dengan Sherly dan Geta pun terpaksa harus berpisah dengan dua
teman kecilnya ini.
Akhirnya Geta pun tidak sebangku dengan dua teman kecilnya
itu dan harus duduk satu meja dengan teman kita yang sangat pendiam, Ida
namanya. Saat Geta duduk dengan Ida mereka berdua sangat jarang berbicara dan
malah lebih banyak diam satu sama lain.
“Boleh aku duduk disini?” tanya Geta
Tetapi Ida tidak menjawab pertanyaan dari Geta, dia hanya
mengangguk saja.
“Namamu siapa?”
“Ida.” Jawabnya dengan polos.
Setelah mereka berkenalan, mereka tidak lagi saling
mengobrol. Mereka berdua hanya tersenyum saja disaat mereka kebetulan saling
menatap bersama. Saat tidak saling menatap mereka berdua hanya diam layaknya
mereka berdua telah memakan petasan banting satu karung.
Gara-gara sikap mereka berdua yang terus diem-dieman
akhirnya salah satu dari mereka menemui suatu masalah. Geta saat itu merasakan
ingin buang air kecil, berhubung saat itu pelajaran pertama jadi Geta merasa
malu sama Bu Lilik guru agama kita.
Dia ingin mengajak Meta atau Sherly ke toilet tapi jarak
duduk Geta dengan Meta dan Sherly agak jauh jadi nggak mungkin juga Geta
berteriak-teriak ingin kepada teman kecilnya untuk menemaninya ke toilet. Tapi
dia mencoba memanggil teman kecilnya dengan suara lirih.
“Met … Meta …”
“Sher … Sherly …”
Tapi teriakan lirihnya tidak membuat teman kecilnya
menoleh ke Geta. Geta berpikir ingin mengajak Ida teman sebangkunya untuk
nganterin dia ke toilet. Semenjak dari pertama pelajaran agama dimulai mereka
jarang ngobrol dan hanya banyak menebar senyum ketika mereka kebetulan saling
bertatap muka.
Geta masih terus berusaha untuk memanggil kedua temannya
dengan berbagai cara. Mulai dari teriak-teriak lirih tapi Meta dan Sherly nggak
denger suara Geta, melempari kedua temannya dengan menggunakan pesawat dari
kertas. Tapi naas pesawat kertas yang dilempar untuk kedua temannya malah
mendarat ke meja Cahyo. Lalu pesawat kertasnya Geta pun dipegang sama Cahyo dan
menoleh kearah Geta sambil tersenyum. Cahyo pun membuka pesawat kertas Geta,
pikir Cahyo siapa tau dapet undian dinner
bareng Geta. Saat Cahyo membuka pelan-pelan pesawat kertasnya Geta, Cahyo pun
langsung mupeng dan salto-salto dikelas sambil melepas seragamnya dan hampir
telanjang bulat. Hampir semua temen-temen sekelas kaget dan bingung melihat
aksi Cahyo ini yang dikirain ada pasien RSJ yang lepas dan ikut belajar di kelas
kita. Dia sangat gembira saat melihat tulisan yang ada di pesawat kertas itu.
Mungkin dia mendaptkan ajakan untuk dinner
atau lebih dari itu.
Rizky teman satu meja Cahyo pun penasaran apa yang
membuat penyakit gila mendadak yang dialami Cahyo ini. Rizky pun coba bertanya
kepada Cahyo ada hal apa sampai membuatnya senang sekali.
“Ada apan sih yok?”
“Ini loh ky surat dari Geta.” Sambil nunjukin kertas dari
Geta
Dan Rizky pun ikut tertawa melihat tulisan yang ada di
pesawat kertasnya Geta.
(Pliss anterin aku
ke toilet yah. Aku uda nggak nahan nih :*)
Kalimat itulah yang membuat Cahyo rela salto-salto nggak
jelas di kelas. Geta pun tahu aksi Cahyo yang sedang ke Ge’eR setelah membaca
tulisannya yang ada di pesawat kertasnya tadi. Cahyo pun melihat kearah Geta
sambil mengangguk untuk memberikan kode bahwa Cahyo siap untuk diajak ke toilet
dengan Geta. Sudah lamanya Geta menahan pipis dan mendadak lantai di kelas
serasa terkena musibah banjir tahunan di Jakarta. Deta pun sudah nggak tahan
untuk mengeluarkan limbah. Kelas pun menjadi riuh karena Geta yang ngompol dan
meluber di setiap ujung kelas. Nasib Cahyo yang tadinya sangat gembira melihat
tulisan Geta tadi pun mendadak ilfil ketika Geta sedang asyik menggelinjang
karena sudah lama menahan pipis.
Wrote by Unknown


