![]() |
| http://thecampuraduk.blogspot.co.id/2010/08/karya-unik-dari-terry-border.html |
“Kri Sukri … .” Ujar Tiwul
yang terlihat seperti tergesa-gesa ketika mencari Sukri.
“Kri, lo dimana sih?”
Tiwul keliling rumah Sukri
untuk mencari sahabatnya yang tadi izinnya cuma sebentar meninggalkan Tiwul
karena ada urusan.
“Ini anak kemana sih, tadi
ngomongnya cuma sebentar aja. Tapi ini udah hampir 3 jam dia ninggalin gue
sendirian di kamar.” Tiwul mencoba keluar dari kamar Sukri dan mencari Sukri di
setiap sudut ruangan rumah Sukri.
“Kri … Sukri …”
Tiwul melihat di sudut rumah
Sukri terdapat ruangan yang terlihat gelap dengan pintu yang sedikit terbuka.
Dia berjalan perlahan-lahan menuju ruangan gelap itu. Sesampainya di ruangan,
dia masuk dengan pelan-pelan dan melihat seluruh isi ruangan tanpa ada yang
terlewatkan.
“Wuiiiih, gede banget
ruangannya. Tapi ini ruangan apa ya?” Ujar Tiwul dengan suara yang lirih.
Saat Tiwul sedang
melihat-lihat barang yang ada di ruangan itu, tiba-tiba dia melihat bayangan
hitam yang berjalan tepat di luar jendela.
“Lah. Itu tadi apaan?”
“Duh, Kok gue jadi merinding
gini ya.”
Tidak lama kemudian, pintu
ruangan itu menutup dengan sendirinya. Tiwul pun bergegas berlari menuju pintu
untuk meminta bantuan.
“TOLOOONG … BUKAIN
PINTUNYAAAA …. .” Tiwul berteriak seperti orang yang ketakutan.
Dan nggak lama kemudian, ada
seseorang yang membuka pintu ruangan itu.
“Kok lo ada didalam gudang
si Wul?” Sukri kaget melihat Tiwul yang sedang ketakutan.
“Haduh Kri, untung lo cepet
buka pintunya.” Ujar Tiwul yang terlihat ngos-ngosan dengan menyandar di tembok.
Dia terdiam sejenak sambil mengatur nafas untuk melanjutkan ceritanya.
“Gue tadi ceritanya mau
nyariin elo Kri. Gue udah muter-muter ngelilingin rumah lo. Terus gue lihat
ruangan ini pintunya sedikit terbuka, gue kira elo ada di dalam sini. Terus gue
masuk aja ke ruangan ini. Pas gue masuk, gue sempat lihat-lihat barang yang ada
disini. Eh, nggak taunya pas gue lihat ke arah jendela, ada bayangan
hitam yang lagi berjalan di luar jendela Kri.” Tiwul sambil menunjuk kearah jendela saat dia
melihat bayangan hitam.
“Hahahaha … “ Sukri
terpingkal-pingkal mendengar cerita Tiwul.
“Enak ya Kri ngetawain
orang?” Ujar Tiwul kesal dengan sikap Sukri.
“Enggak Wul, itu tadi gue
yang lewat. Gue tadi habis ngambil palet, cat tinta, kuas sama tinner bekas
bokap ngelukis di halaman belakang.”
“Lah, itu tadi elo Kri?
Buset, gue kira tadi ada setan lewat.” Tiwul terlihat lega.
“Ngapain lo pake kuas sama
cat tinta bekas bokap lo ngelukis Kri? Lo tinggal minta beliin bokap lo alat-alat
lukis yang baru aja sih. Beres kan?”
“Gini deh Wul gue kasih tau
kenapa kok bikin karya itu nggak harus menggunakan alat yang baru.”
-
Karena Alat Yang kamu Pakai Itu Hanya Sebagai Pendukung
Alat yang digunakan untuk
membuat karya itu mau bagaimana pun bentuknya atau secanggih apapun alat itu, semuanya itu hanya sebagai pendukung untuk mempermudah kita membuat suatu
karya. Nggak dipungkiri juga, memang banyak banget karya yang bagus menggunakan
alat-alat yang bagus pula. Tapi inget jangan ada anggapan kalau hasil suatu
karya itu dari alatnya, melainkan dari kita sendiri yaitu creator.
-
Yang Nomer Satu Itu Kontennya
Ketika kita akan membuat
karya, yang pertama di dahulukan itu kontennya apa, mau dibikin seperti apa, ceritanya
mau kayak gimana, bukan alatnya yang bagaimana. Contoh deh, kalo kita selesai
nonton di bioskop sama teman atau gebetan, hal pertama yang selalu diceritakan
sama mereka tentang film yang sudah kita lihat itu apa? Hampir pasti cerita
filmnya kan? Bukan alat yang dipake di film itu apa kan? Bahkan kita hampir nggak
mikirin alat yang dipake di film itu apa. Jadi konten adalah kunci utama dari
karya. Udah ngerti kan kalo kita bikin karya yang diutamain itu apa? Yap,
pertama konten kedua baru alatnya.
-
Kalo Nunggu Punya Alat Yang “Baru/Canggih” Nggak Bakal Jadi Sebuah Karya
Ini gue pernah mengalami hal
kayak gini. Waktu itu gue pengen belajar videografi dan fotografi bareng temen
gue. Cuma, kita terkendala di alat-alatnya. Mulai dari kamera, tripod, lighting
dll. Gue sama temen gue cuma modal kamera handphone aja buat belajar videografi.
Dulu awal-awal tuh kepingin belajar bikin video time lapse. Time Lapse adalah sekumpulan still foto yang diambil dengan periode yang beraturan untuk menggambarkan proses, pergerakan, atau perubahan suatu objek. lalu diproses editing dengan menambah kecepatan (speed Duration). misal, matahari terbenan atau terbit, pergerakan suasana kota, pergerakan bintang-bintang, siang-malam, dan lain sebagainya.
Karena kita nggak
punya kamera DSLR buat bikin video dan foto, Akhirnya gue coba search ada
aplikasi android yang bisa digunakan untuk bikin time lapse. Untuk masalah kamera bisa
teratasi. Sekarang yang masalah selanjutnya adalah tripod. Jujur, sebelum gue bikin time lapse tadinya gue mau beli tripod,
cuma gue mikirnya gini. Kamera DSLR nggak punya, terus beli tripod. Lah, kan
sayang tuh tripodnya nganggur nggak kepake. Akhirnya temen gue nyeletuk gini.
“Yaudah, lo coba search
gambar-gambar tripod. Entar gue bikinin Mbar. Tapi nanti gue ajarin bikin
time lapse juga ya”
Gue kaget dan seneng juga
temen gue ngomong gitu. Antara yakin nggak yakin nih bisa bener-bener jadi
tripod apa enggak. Tapi gue percaya sama dia, dan akhirnya seminggu
setelah gue ketemu sama temen gue, tau-tau dia dateng ke kosan gue dengan
membawa 3 buah tripod custom dan 1 slider bikinan dia sendiri.
Tripod-tripod bikinan sendiri ini bisa dibilang nggak terlalu bagus juga kalo dibandingin dengan tripod yang pro. Tapi dengan adanya tripod ini akhirnya gue bisa belajar bikin video time lapse. Kalo aja gue nunggu punya
tripod sama kamera DSLR kayaknya malah nggak bakal belajar-belajar bikin video deh. Oh iya buat temen-temen kalo mau lihat hasil video-video time lapse
yang gue bikin pake tripod custom ini ada di Instagram gue --> @limitsit.
Cek IG kita ya sis.
-
Karya Yang Bagus Belum Tentu Dihasilkan Dari Alat-Alat Yang Bagus Pula
Ini salah satu contoh karya
yang dihasilkan dengan alat yang bisa dibilang “sederhana” untuk digunakan
membuat suatu karya yang gokil seperti yang dibawah ini.
Baca dulu artikel tentang
video klip Endank Soekamti DISINI. Yah,
Endank Soekamti membuat video klip mereka yang berjudul “Long Live My Family”
ini hanya menggunakan iphone. Memang iphone bisa dibilang handphone yang bagus.
Cuma kalo dilihat dari karya yang dibuat oleh Endank Soekamti ini, iphone yang dipakai oleh Mas Erix Soekamti ini menjadi alat yang “sederhana” ketika digunakannya dalam pembuatan video klip. Biasanya,
ketika pembuatan video klip itu memang menggunakan kamera yang bagus,
harapannya supaya video yang dihasilkan nanti akan bagus juga. Tapi Endank
Soekamti hanya menggunakan iphone dan hasilnya memang sangat keren.
Ada satu contoh lagi dibawah
ini.
![]() |
| Pict by Instagram @faridstevy |
Gambar diatas itu adalah hasil
karya dari Mas Farid yang menyulap sebuah kaleng kerupuk untuk digunakan menjadi
sebuah case sound. Menurut gue, ini
terlihat nyeni banget. Yang tadinya
kaleng kerupuk itu hanya sebuah alat yang biasa digunakan untuk wadah kerupuk
tetapi kini kaleng kerupuk bisa menjadi sebuah karya yang bisa menjadi barang
yang terlihat sangat artistik dengan paduan turntable vinyl.
Sebetulnya masih buanyak
karya-karya yang keren seperti dua contoh diatas. Itu tadi hanya sedikit
beberapa karya yang dibuat tidak harus menggunakan alat yang baru. So, Gimana,
nggak perlu barang baru kan untuk membuat karya yang syahdu?
-
Memanfaatkan Barang Yang Tidak Terpakai
Gambar miniatur motor diatas
itu hasil karya dari ayah gue. Ceritanya itu beliau pas lagi jalan-jalan ke
acara Inacraft, beliau lihat ada salah satu booth
yang menjual khusus miniatur. Beliau melihat-lihat beberapa miniatur yang ada
di booth itu. Ada salah satu miniatur
yang unik dan ukurannya sama seperti miniatur yang dibikin sama ayah. Beliau
agak shock saat melihat price list
nya yang diluar dugaan beliau. Harga miniaturnya hampir 7 jutaan.
Akhirnya ayah nggak jadi
beli miniatur yang sudah diincar sama beliau. Pas udah sampai di rumah, ayah
masih kepikiran terus miniatur yang beliau inginkan itu. Suatu hari pas ayah
lagi buka-buka laci lemari, ada beberapa barang-barangnya nyokap untuk menjahit
yang udah lama nggak kepakai. Nah dari situ beliau mikir dari pada barang-barang
untuk menjahit ini nggak kepakai, akhirnya kepikiran untuk mencoba membuat
miniatur sendiri. Beliau membuat miniatur ini nggak ada yang ngajarin dan tanpa
bantuan google untuk cari tutorial-tutorial cara bikin miniatur. Beliau
membuat miniatur motor ini dengan insting aja. Dan jadilah miniatur motor dari
barang-barang yang udah nggak kepakai.
-
Sebagai Proses Pembelajaran
Nah, ketika kita sudah
membuat karya dengan Alat yang sederhana (Low
Budget) disitu nanti kita akan mendapatkahan hikmahnya. Apa hikmahnya?
Sebuah pembelajaran yng berharga buat kita. Terus pembelajaran seperti apa yang
kita peroleh? Gue akan cerita sedikit.
Coba cek poin ketiga, disitu
gue kan dibikinin tripod sama temen gue. Dengan belajar videografi menggunakan
ketiga tripod itu tadi gue mendapatkan sebuah plajaran.
Yang pertama, samping kanan
kiri dan bawah case handphone gue jadi seperti ini.
Dengan melihat kondisi
handphone yang boncel-boncel gue kayak gitu, gue nggak mau maksain untuk menggunakan tripod buatan
temen gue karena holder yang dipakai di tripod bikinan temen gue itu nggak
safety banget.
![]() |
| Gara-gara dua holder ini yang bikin handphone gue jadi boncel-boncel kayak tikus selokan |
Yang kedua, tripod bikinan
temen gue terlalu ribet kalo mau dibawa traveling. Karena bentuk tripodnya itu
paten.
Yang ketiga, melihat
permasalahan yang gue alami saat menggunakan tripod-tripod bikinan temen gue
itu. Gue mengharuskan untuk membeli tripod yang memang layak atau professional ketika
digunakan untuk membuat/belajar videografi.
Coba aja kalo gue langsung
beli tripod yang pro untuk videografi, gue nggak bakal tahu kebutuhan yang gue
perlukan. Karena kita akan mengetahui kebutuhan kita disaat kita dipertemukan
dengan permasalahan. Nah, pelajaran ini yang gue dapetin ketika gue menggunakan
tripod dan slider bikinan temen gue.
Jangan takut membuat karya
dengan alat-alat yang sederhana, karena disaat kita belajar membuat karya
dengan alat yang sederhana, kita akan menjadi tahu apa itu yang namanya sebuah
proses.
Kalo kalian sudah membaca
point-point yang udah gue tulis diatas, yakin nih masih mau nunda-nunda buat
bikin karya dengan alat yang sederhana?
So, gue ngucapin terima
kasih banget buat kalian semua yang udah sempetin baca blog gue kali ini. Semoga
postingan ini bisa bermanfaat buat kita. Buat kalian semua yang pernah atau sudah bikin karya dengan
alat-alat yang sederhana kalian bisa ceritakan di comment box atau kalian
bisa juga tag ke instagram gue di @limitsit dengan hastag #AyoNggaweKarya. See
ya :D
Wrote by Unknown









