Saat sore hari seperti
biasanya, Sukri dan Tiwul selalu
menikmati indahnya sunset berdua di rumah pohon yang berada di sebelah
rumah Sukri. Di waktu seperti inilah yang menurut mereka itu menjadi suatu momen yang
pas untuk berbagi cerita satu sama lain. Kan ada tuh istilah yang namanya me time. Nah, saat sore-sore begini
dijadikan sebagai we time bagi Sukri dan Tiwul. Waktu yang
dimana mereka berdua bisa mengeluarkan keluh kesah mereka, cerita kegiatan
seharian mereka dan apapun yang mereka ingin ceritakan.
“Kri, gue punya suatu
rencana dan mungkin rencana gue kali ini bisa dibilang salah satu rencana
terbesar bagi gue, karena gue nggak pernah sekalipun melakukan ini.” Ujar Tiwul
yang terlihat bersemangat saat menceritakan projectnya itu.
“Rencana apaan Wul?”
“Gue pengen jadi orang
ketiga dikehidupan percintaan lo Kri. Nggak tau deh Kri, akhir-akhir ini gue
sering mikirin cewek lo. Apa ini yang dinamakan jodoh ya Kri?”
Sukri yang mendengar ucapan
Tiwul langsung turun ke bawah dan melempari Tiwul dari bawah dengan kotoran
sapi yang diambil dari kandang sapi yang letaknya nggak jauh dari rumah pohon.
Sukri terlihat sangat emosi ketika melempari Tiwul dengan kotoran sapi. Sukri
menganggap ini sebagai media pembelajaran untuk melakukan lempar jumroh.
“Woi … woi … woi …” Tiwul
terlihat kaget karena banyaknya kotoran sapi yang berterbangan menghampirinya.
“Gue cuma becanda Kri.
Buruan naik lo.” Kata Tiwul sambil membersihkan badannya yang terlihat banyak
kotoran yang menempel.
“Lo sekali lagi ngomong
gitu, gue nggak segen-segen nyemplungin elo ke kumbung.” Sukri yang tadinya
terlihat emosi, akhirnya dia mau untuk kembali ke rumah pohon.
Kumbung itu salah satu
tempat yang terletak di sebelah kandang sapi milik orang tua Sukri yang dimana
dijadikan untuk pengumpulan kotoran-kotoran sapi yang nantinya kotoran-kotoran
tersebut akan dijadikan sebagai pupuk.
“Iya ... iya … iya ... Udah
buruan naik.”
Setelah Sukri naik ke rumah
pohon, Tiwul melanjutkan ceritanya ke Sukri tentang rencana besarnya tersebut.
“Gini Kri, gue pengen bikin
film pendek sama anak-anak kecil yang sering nongkrong di depan masjid tuh. Gue
bikin film ini nggak hanya sekedar iseng dan asal jadi doang. Gue pengen bikin film
untuk anak-anak Kri. Karena cita-cita gue dulu pengen jadi film maker dan
mungkin saat ini waktu yang tepat buat gue untuk mencoba bikin film pendek dulu
sebelum bikin film berdurasi panjang. Dan juga, anak-anak yang sering nongkrong
depan masjid itu biar ada kegiatan yang baru buat mereka. Eh, kalo gue bisa bikin film pendek bareng anak-anak kecil itu, elo berminat nggak bikin film 3gp bareng cewek lo Kri? Entar gue yang kameramennya aja deh. Gratis kok Kri kalo buat elo.” Ujar Tiwul dengan santainya.
Sukri melihat ada sisa-sisa kotoran sapi yang masih menempel di alas sandal miliknya. Dia pun langsung mengusap wajah Tiwul dengan alas sandalnya sebagai bentuk rasa terima kasih kepada sahabatnya itu yang telah memberikan penawaran yang menarik buat dirinya dan kekasihnya.
Mendengar Tiwul yang
bercerita tentang mimpinya itu, Sukri dengan mata yang berkaca-kaca merasa
terharu dan bangga melihat Tiwul ternyata otaknya bisa juga digunakan untuk berpikir
sebagus itu. Sukri pun mendekat ke samping Tiwul, mengusap rambut sahabatnya dan berakhir mencium kening Tiwul dengan ditemani sunset yang membuat
suasana menjadi sangat syahdu dan romantis.
“Wul, gue salut sama elo. Lo
harus memperjuangkan mimpi lo itu Wul. Lo harus realisasiin mimpi lo yang keren
itu. Gue bakal terus dukung lo. Tapi inget, jangan sampe mimpi lo ini cuma jadi
angan-angan doang. Kan sayang Wul. Lo udah punya mimpi yang keren itu tapi
nggak dijadiin. Soalnya temen gue ada yang punya mimpi yang menurut gue itu
keren, cuman sayang sekarang mimpinya dia hanya berujung pada obrolan doang.”
“Kok bisa gitu Kri?” Tanya
Tiwul yang masih nggak ngerti.
“Iya, dia lupa ada hal-hal
kecil yang bikin mimpinya itu cuma menjadi angan-angan.”
Nih, beberapa hal kecil yang
bisa bikin mimpi kita menjadi angan-angan:
-
Hanya Diobrolin, Dipikirin, Tapi Nggak Pernah Direalisasiin
Memang, yang namanya kita
punya keinginan kadang kita juga butuh untuk sharing dengan teman, sahabat,
keluarga atau pun orang lain. Pasti kita butuh saran untuk berbagi pemikiran agar
kita bisa mewujudkan mimpi kita ini. Ketika kita ngobrolin dan
memikirkan mimpi kita ini nantinya akan seperti apa, awalnya harus ngelakuin apa, konsep-konsepnya
harus seperti apa, apa saja yang harus dilakukan ketika ada hambatan dalam
mewujudkan mimpi, jangan sampe kita lupa untuk ngerealisasiin. Kita sendiri yang akan menyesal ketika mimpi kita itu hanya berakhir menjadi sebuah konsep doang. Ngobrol dan memikirkan mimpi itu perlu,
tapi ngerealisasiin mimpi itu tetep nomer satu.
-
Pemikiran Akan Takut Ini Takut Itu
Kalo kita udah berani mimpi
untuk menjadi A, B, C sampe Z, berarti didalam diri kita udah ada sedikit
keberanian untuk bisa menjadi apa yang kita mau. Cuma pada kenyataannya, ketika
mimpi itu udah kita bayangkan akan menjadi apa kedepannya kadang-kadang didalam
otak kita ada pemikiran akan ketakutan untuk mencoba dan mewujudkan mimpi kita.
Misalnya, salah satu dari kalian bermimpi ingin jadi animator. Terus muncul
pemikiran seperti ini,
“Wah, aku nggak bisa
nggambar. Kan animator harus pinter nggambar”
“Kalo jadi animator kan
butuh komputer. Lah aku nggak punya komputer. Terus gimana?”
“Waduh animator ya? Aku
seneng sih sama animasi. Tapi kan kalo bikin animasi itu nggak gampang. Butuh
imajinasi yang luar biasa. Aku nggak bisa berimajinasi yang luar biasa.”
“Nanti kalo aku jadi
animator, project nya kan belom tentu ada dalam sebulan. Sama aja nganggur dong. Terus gajiku gimana kalo sebulan nggak
ada project.”
Gue paling males denger
alesan yang kayak gitu. Belom dicoba udah ngeluh duluan, udah nyerah duluan,
takut nanti nggak bisa makan, takut nanti nggak bisa ngajak pacar makan di
tempat makan yang enak gara-gara nganggur nggak ada project. Yailah bro, gimana bisa terwujud tuh mimpi-mimpi kita yang udah di idam-idamkan
sejak dulu dan akhirnya mimpi kita jadi angan-angan karena kalah sama ketakutan.
Yang namanya takut itu cuma ada dipikiran tapi kalo udah dikerjakan, yang ada
malah ketakutan akan menjadi sebuah tantangan. Jangan pernah takut untuk terus
mencoba teman-teman. :)
-
Malas-Malasan Adalah Alasan Yang Bikin Mimpimu Nggak Bakal Bisa Jadi Kenyataan
Alasan klasik. Ini sebuah
alasan klasik teman-teman, ketika kita akan/sedang ngerjain sesuatu pasti
muncul rasa malas. Jujur, nggak tau kenapa kita selalu dihinggapi rasa malas.
Semuanya hampir pasti mengalami seperti itu. Tapi kalo kita terlena sama yang namanya malas, lha terus
mimpi-mimpi kita yang udah dipersiapkan matang-matang sejak dulu masa ya harus tinggal kenangan? Mau mimpimu disamain sama kayak mantan? Yang udah susah payah
diperjuangkan mati-matian, eh malah berujung menyakitkan? Kalian nggak mau kan?
Yuk, sekarang berusaha nggak terlena dengan malas-malasan biar apa yang kalian
perjuangkan itu ada sesuatu yang menghasilkan.
-
Kurang Fokus
Nah ini ini yang menjadi
penyebab banyaknya mimpi kita nggak terwujud. Yup, Kurang fokus sama apa yang
dituju. Kadang udah mantep nih sama tujuan A. ketika ditengah jalan
memperjuangkan tujuan A ini, eh tau-taunya ada temen ngajakin untuk bikin
sesuatu yang lain. Akhirnya tujuan A terlupakan. Kan kasihan.
Terus rencana teman
berantakan dan gagal total, mau balik lagi ke tujuan A udah nggak mood dan
semangat lagi. Akhirnya tujuan A terbengkalai dan nggak terpakai. Terus siapa
yang salah? Mari introspeksi diri sendiri. Benahi niat lagi untuk membangun
mimpi yang udah lama nggak terjamah lagi. Syukur-syukur bisa berujung pada kehidupan kita yang akan menjadi happy. Smiiiiile :)
-
Kurangnya Bersabar Menjadi Salah Satu Penyebab Mimpimu Bisa Menjadi Pudar
Kita sekarang ini kedoktrin
atau sudah tertancap suatu pemikiran yang dimana sesuatu apapun itu harus
cepat. Bener nggak? Oke, kalo nggak bener berarti gue yang salah. Gaes, sebuah proses
itu kadang bisa berjalan cepet dan kadang bisa lama dan luuuamaaaaaaaaa banget.
Nah, disini kita diuji untuk bersabar dalam menjalani proses memperjuangkan
mimpi kita. Apakah kita bisa bertahan memperjuangkan mimpi kita ataupun menyerah
melepaskan mimpi kita? Tuhan nggak akan pernah diam sama hambanya yang tetap
berusaha dan bersabar dalam menjalani proses mencapai tujuannya. Dengan
bersabar, insya allah Tuhan akan membantu kita untuk mempermudah mewujudkan
mimpi kita. Smile dong :)
-
Nggak Diimbangi Dengan Berdo’a
Nah, untuk yang terakhir ini
apapun yang kita inginkan, apapun yang kita lakukan harus diimbangi dengan
berdo’a. Karena percuma juga kalo kita udah tekun, semangat, rajin
memperjuangkan mimpi tapi kalo nggak berdo’a dan meminta bantuan sama Tuhan ya
nggak ada hasil. Karena kita dapat berhasil mewujudkan mimpi kita itu secara
nggak langsung ada campur tangannya Tuhan. So,
apapun yang kita lakukan, apapun yang kita impikan mulai sekarang kita libatkan
Tuhan. Semoga apa yang kita kerjakan bisa menjadi berkah buat semuanya. Amiiin.
Kalo kata Mas Erix Soekamti itu
gini “Kalo Kita Nggak Pernah Berusaha, Ya Kita Nggak Akan Dapat Apa-Apa.”
So,
buat teman-teman yang akan memulai/masih memperjuangkan mimpi-mimpinya jangan
cepat capek untuk menyerah dengan keadaan apapun. Tetap semangat, tetap fokus
dan mantapkan niat yang tulus untuk mengejar mimpi-mimpi kita.
Buat teman-teman semua kalo
ada masukan atau ide untuk menambahkan “Hal-Hal Kecil Apa Aja Sih Yang Bikin
Mimpimu Jadi Angan-Angan” bisa di tulis di comment box. Dan terima kasih buat
kalian semua yang udah setia dan selalu meluangkan waktu untuk sekedar membaca
dan silaturahmi mampir di blog gue, gue cuma bisa ucapin terima kasih
sebanyak-banyaknya. Love you all. See ya. Long Life My Family :)
Wrote by Unknown
