Sepulang bekerja, Tiwul segera bergegas untuk cepat-cepat
menuju ke rumah Sukri sahabatnya. Dari tempat kerjanya, Tiwul berlari sangat
kencang sekali sambil menangis meronta-ronta karena dia sudah tidak kuat untuk
menahan eek. Sesampai di rumah Sukri, Tiwul memanggil-manggil Sukri untuk
segera menemuinya yang sudah di rumah sahabat kecilnya dengan pupnya yang sudah
berceceran.
“Sukri … Sukri … .”
“Sukri … Sukri … .”
Tak lama kemudian, Sukri keluar menemui Tiwul sambil membawa
uang recehan karena anggapan Sukri ada pengemis yang sedang meminta-minta
didepan rumahnya.
“Oh, ternyata lo Wul. Kirain pengemis yang terkenal itu.
Masuk-masuk Wul.”
Lalu Sukri pun membuka pagar rumahnya dan mempersilahkan
sahabatnya untuk masuk ke rumahnya dan mereka berdua langsung menuju teras
rumah Sukri.
“Ada apaan sih lo sampe nangis-nangis gitu ke rumah gue?”
“Gue mau cerita banyak sama lo. Tapi sebelum cerita gue
boleh pinjem piring lo nggak Kri?”
“Ah lo kayak apaan sih. Iya bentar gue ambil piring dulu.
Buat apaan sih?” Tanya Sukri karena penasaran dengan permintaan Tiwul.
“Udah deh, buruan ambilin piringnya.”
“Iya-iya tungguin.”
Beberapa menit kemudian Sukri menemui Tiwul diteras
rumahnya dengan membawa piring. Setelah menerima piring, Tiwul keluar ke rumah
Sukri untuk mengambil sesuatu dan membawa piringnya Sukri yang akan. Tak berapa
lama Tiwul kembali ke teras untuk melanjutkan ngobrolnya dengan Sukri sambil
membawa sesuatu yang telah di letakkan di piring.
“Bawa apan lo Wul?”
“Ini gue habis beli gorengan di warung depan.”
“lo ngerti banget Wul kalo gue lagi laper. Tapi mana
cabenya Wul?”
“Itu uda didalemnya gorengan uda aku kasih cabe. Bosen
bro kalo cabenya dimakan sendiri. Sekali-sekali cabenya dimasukin kegorengan
biar keliatan lain.”
Mereka pun mulai ngobrol dengan ditemani gorengan dan
jamu brotowali sebagai pengganti bir hitam.
“Gini Kri, gue tadi pas berangkat kerja tau-tau gue
disuruh ke kantor personalia.Tau nggak Kri gue pas di kantor personalia
ngapain?”
“Nggak. Emang lo disuruh ngapain?”
“Gue tadi saat di kantor personalia gaji gue cuma nambah
7 juta Kri. Sedikit banget kan nambahnya Kri?”
“Gila. Nambah 7 juta itu uda gede anying.”
“Terus gue bingung Kri. Kok gaji gue nambahnya cuma segitu
doang sih.”
Lalu hening.
“Emang lo bingung apaan Wul?”
“Enggak Kri, kalo gaji gue nambahnya cuma segitu doang
terus gue nggak bisa seneng-seneng ke mall sama mbak-mbak tukang angkat-angkat
galon itu Kri. Belum lagi beliin sawah buat mbak-mbak tukang pijet. Gaji gue
naik segitu itu nggak mungkin cukup buat seneng-seneng Kri. Please, ngertiin
gue deh.”
“Ya Tuhan. Lo emang kurang bersyukur banget Wul. Coba deh
lo liat masih banyak orang-orang yang dibawah kita yang nggak mampu dan ada
yang kelaparan. Sedangkan lo uda berpenghasilan yang sudah dibilang lebih dari
cukup masih tetep aja lo ngeluh. Lo itu beruntung banget telah diberikan semuanya
oleh Tuhan Wul. Tapi lo nggak bisa menggunakan dengan baik apa yang Tuhan titipkan
ke elo. Kalo lo kayak gini Wul, gue rasanya udah nggak mau kenal sama lo lagi
deh Wul. Sorry.”
Saat Sukri akan meninggalkan Tiwul, tiba-tiba tangan
Tiwul menarik tangan Sukri.
“Kri, please jangan tinggalin gue.” Tiwul memohon dengan
memelas.
Lalu Sukri memandang wajah Tiwul yang kasihan seperti
anak-anak labil yang haus akan follback kaka-kaka. Maka Sukri pun kembali lagi
dan enggan untuk meninggalkan sahabatnya itu.
“Iya Kri. Omonganmu emang bener. Gue kurang bersyukur deh
ini.”
“Baguslah kalo elo udah nyadar sama sikapmu itu.”
“Maafin gue yah Kri atas sikapku yang labil itu.”
“Iya, gue maafin.”
“Telimikiciiw kaka.”
Lalu Tiwul pun langsung menciumi bibir Sukri sebagai rasa
terima kasihnya hingga bibr Sukri sariawan.
“Eh Wul, ngomong-ngomong nih cabe digorengan kok agak
aneh ya Wu?”
“hihihihi … .” Tiwul hanya tertawa kecil saat mendengar
pertanyaannya Sukri.
“Ngapain lo ketawa?”
“Lo mau tau cabe digorengan itu tadi dari mana?”
“Bukannya saat lo pas beli gorengan tadi uda dapet
cabenya juga?”
“Nggak. Itu cabe tadi gue ambil saat gue boker. Cabenya itu
masih nempel dieek gue.dan masih utuh gitu Kri. Kan sayang kalo buang-buang
makanan, dari pada mubadzir makanya gue sekalian masukin kegorengan biar
cabenya kemakan Kri.”
“Oh asuu kowe
Wul.”
Dan Sukri pun muntah-muntah sampai kurus hingga menjadi
busung lapar setelah mendengar ucapan Tiwul.
***
Dari curhatan Tiwul ke Sukri tadi emang kadang-kadang
kita juga melakukan dan bahkan sering lupa untuk selalu bersyukur atas semua
yang sudah diberikan oleh Tuhan. Semuanya dari hal yang mulai terkecil sampai
ke hal yang lebih gede. Tapi yang namanya manusiawi pasti kita sering sekali
lupa untuk mengingat dan mensyukuri semuanya. Oke, saya nggak akan ngomongin
kita harus syukur syukur syukur mulu. Udah bosen kalo hanya disuruh-suruh untuk
bersyukur terus. Tapi kali ini saya akan memberikan emmmmm mungkin semacam cara
untuk memancing agar kita tetap berusaha dan terus belajar bersyukur atas semua
nikmat yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada kita. Yuk intip ini cara versi
saya agar kita tetap selalu ingat bersyukur:
- Taruh Foto Temenmu Atau Fotomu Dengan Wajah
Yang Terlihat Susah Di Dompetmu
Maksutnya
kayak gimana nih mbar?
Oke, maksut dari pernyataan diatas menurut saya itu. Coba
pasang foto temen kamu atau fotomu dengan wajah susah itu deh. Tujuannya saat
kita akan membeli makan, atau membeli apapun pasti kita mengeluarkan uang
didompet kita. Nah, saat itu akan terlihat foto temenmu atau fotomu yang susah
itu akan menjadi pengingat untuk kita ternyata uang dompetmu itu ada bagian hak
orang-orang yang membutuhkan. So, foto orang susah yang saya maksut itu untuk
menjadi pemancing agar kita tetap ingat ada hak-hak orang yang membutuhkan di
dompet kita.
- Mengikuti Salah Satu Organisasi Kepedulian
Sosial
Coba deh sekali-sekali kita mengikuti acara kepedulian
sosial. Mungkin saat kita mengikuti kegiatan sosial itu siapa tau akan
menjadikan kita untuk tetap ingat bersyukur.
Misalnya nih, kalian mengikuti kegiatan kepedulian sosial
di masjid saat pembagian zakat fitrah. Nah biasanya saat kegiatan pembagian
zakat fitrah itu selalu diberikan kepada orang-orang yang wajib menerima zakat.
Coba deh kalian lihat gimana keadaan orang-orang yang wajib menerima zakat itu.
Apakah orang itu saat menerima zakat sambil menenteng gadget-gadget canggih seperti yang kalian punya? Atau coba lihat
bajunya, apa bajunya sebagus punya kalian?
Nah, jadi kalian jangan malu-malu untuk mengikuti
kegiatan kepedulian sosial. Ya gunanya itu. Untuk memancing rasa bersyukur
kita. Ternyata masih ada orang yang susah dari kita.
- Mengunjungi Panti Asuhan
Mungkin ini sama dengan cara yang diatas. Mungkin
kegiatan seperti ini sering diadakan saat bulan ramadhan. Yap, memang momennya
sangat pas. Berbagai disaat bulan ramadhan itu pahalanya gede banget. Jadi
disamping untuk beribadah dan berbagi. Mungkin bisa sedikit merenung dan
melihat foto kedua orang tua kita. Betapa bersyukurnya kita masih diberi
kesempatan untuk bersama dan bermanja-manja kepada mereka. Coba lihat adik-adik
yang berada di panti asuhan itu. Mungkin wajah-wajah polos mereka yang bisa
menjawab akan betapa bersyukurnya kita yang masih ada orang tua disbanding
adik-adik yang di panti asuhan itu.
- Berkunjung Ke Rumah Sakit
Eh bentar-bentar. Maksut saya bukan kalian harus disuruh
untuk sakit dulu. Enggak-nggak, bukan kayak gitu. Coba luangin waktu buat
berkunjung ke Rumah Sakit atau puskesmas deket rumah kalian. Ya lihat-lihat aja
bagaimanaorang-orang yang menginap di Rumah Sakit. Kalo bisa kalian
berkunjungnya ke tempat yang ekstrem, misalnya ke ruangan tempat operasi, atau
tempat bedah, atau UGD. Kira-kira enak enggak?
Nah dari penilaian dan penglihatan kalian saat
berkeliling di rumah sakit ataupun itu bisa memancing sikap kita untuk
bersyukur akan semua kesehatan yang diberikan oleh Tuhan dengan cuma-Cuma dan
bagaimana kita menggunakan kesehatan kita ini untuk hal-hal yang bermanfaat.
- Berkunjung Ke Kamar Jenazah Juga Boleh
Untuk yang ini mungkin bisa disebut kegiatan yang kurang
kerjaan. Tapi bentar deh, maksut saya kan sekalian dari penjelasan yang diatas
bolehlah untuk mampir-mampir sebentar ke kamar jenazah. Kenapa? Takut? Cemen
ahh. Toh kita ujung-ujungnya juga akan mengahadap Yang Maha Kuasa juga. Enggak
maksutnya gini, coba intip deh di kamar jenzah itu. Coba bayangin jika kita
berada disitu. Nah sebelum kita mengalami seperti mereka-mereka yang berada di
kamar jenazah, kita bisa merenungkan jika kegiatan ini juga bisa memancing rasa
bersyukur kita karena kita masih diberikan umur yang panjang dan masih diberi
kesempatan untuk berbuat baik sebelum kembali kepadanya. Yang ini nggak mau
saya jelasin panjang-panjang, kasian yang takut tuh. Hehehe.
- Langsung Praktek Menjadi Orang Susah
Untuk yang terakhir ini caranya mudah banget kok. Ikuti
tips-tips saya untuk menjadi orang susah. Luangin waktu satu hari untuk
meninggalkan gadget-gadget canggih kalian, lalu tinggalkan pakain kalian yang
terlihat keren-keren itu. Ganti dan pakai pakaian yang gembel atau pakai
pakaian yang sejak zaman fir’aun sampe sekarang belum dicuci. Terus kalian
jalan deh ke jalan raya. Coba perhatikan orang-orang yang “memperhatikan” kamu
saat keadaanmu susah seperti itu atau mungkin kalian bisa juga berkunjung ke
rumah temen kalian dengan dandanan seperti itu. Coba amati reaksi dia kepadamu.
Oh iya, lakukan aksi ini di daerah yang jauh dari radar rumahmu. Jika kalian
melakukan hal ini dideket rumahmu atau masih daerah yang terdekat dengan
rumahmu. Bisa-bisa saat kalian pulang ke rumah, nama kalian sudah tidak
tercantum di Kartu Keluarga kalian. Jadi ini sangat butuh ekstra hati-hati.
Tapi hasil dari apa yang kalian dapatkan jika melakukan hal yang satu ini,
insya allah ini bisa langsung menyadarkan kalian akan pentingnya bersyukur.
Oke, mungkin itu dulu kali ya tips-tips cara memancing
agar kita tetap ingat untuk belajar dan berusaha terus bersyukur atas semua
kenikmatan yang telah dititipkan oleh Tuhan kepada kita. Semoga tulisan ini
bisa bermanfaat bagi kita semua. Oh iya, mungkin ada yang mau ngasih tips cara memancing agar kita tetap
bersyukur silahkan tambahin di comment box ya.
Terima kasih buat kalian. :D
#111213
Wrote by Unknown

