Follow Your Passion

Saat acara kelulusan Fakultas Empang di Institut Tambak Sukamiskin telah usai, Sadirun terlihat kurang semangat dan ceria seperti teman-temannya yang lain. Dia hanya bisa ngaplo, ngaplo, dan ngaplo. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu yang sangat keras, entah dia sedang memikirkan hutangnya yang menumpuk dengan ibu kantin, atau dia sedang ada gangguan dengan otaknya. Mungkin hanya dia dan bayangannya yang tahu.

Disela asyik menyendiri, Sadirun dikagetkan dengan kedatangan Yusumi yaitu teman kelasnya yang gagal menjadi model tingkat Desa.


"Run... kenapa bengong mulu dari tadi sih? Ini kan acara perpisahan angkatan kita, yang happy dong. Ah nggak asik nih bocah."


"Hehe... emmm, langsung aja ya.." sambil garuk-garuk pantat karena Sadirun yang sudah lama tidak ganti celana hampir setengah bulan.

"He'em.. kenapa kenapa?" lalu Yusumi duduk di sebelah Sadirun.


"Gini lo Sum, sebenernya aku seneng sih acara kelulusan angkatan kita. Cuma pas habis nerima toga kok aku langsung diiieegg ngunu loh Sum."


"Lah ngopo?" Yusumi heran 

"Aku ini tiba-tiba kepikiran. Okey sekarang kita sudah mendapatkan toga dan sudah dinyatakan lulus S1. Cuma setelah lulus ini aku kayaknya pasrah aja deh Sum sama masa depanku. Aku bingung harus ngapain setelah ini, masalahnya aku nggak tahu mau kerja apa. Lah aku masuk jurusan ini gara-gara ngikut temen SMA ku dulu Sum." Sadirun menunduk lesu dengan mata sembab yang habis mengiris bawang merah.

"Nih Run..." Yusumi memberikan bekas tisu toilet.

"Gini lo Run, kamu jangan cepet pasrah. Kamu harus berjuang dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meraih mimpimu Run. Percuma kamu lulus S1 tapi nggak tahu hidupmu kedepannya mau dibawa kemana. Coba deh kamu lihat di jalanan. Betapa banyaknya anak jalanan diluar sana dengan susah payah tetapi semangat untuk menggapai mimpinya masih tetap menyala. Mereka juga tidak tahu jalan hidup kedepan mereka akan seperti apa, tapi mereka hanya mempunyai bakat bermain musik dengan cara mengamen. Siapa tahu mereka bisa sukses dengan bakat musiknya dan bisa menjadi seorang musisi." Yusumi menepuk pundak Sadirun dan menatap matanya dalam-dalam.

"Walah, malah ceramah arek iki. Yowis ayo ke anak-anak yang lain Sum".


Dari cerita curhatan Sadirun dengan Yusumi ini memang wajar dan selalu terjadi pada diri kita maupun teman-teman yang lain. Karena apa??

Mereka masih kurang tahu bahwa setelah lulus itu mereka harus ngapain, harus kerja apa. bla bla bla ....

Secara nggak langsung kita mengalami kegalauan akan kerja apa pasca lulus sekolah atau kuliah.
Oke, mungkin ini saya bisa sedikit sharing memberi gambaran buat temen-temen yang masih menjalani proses pendidikan disekolah maupun dikuliah. 

1. Sebelum melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi (misal:    SMA/SMK/Perguruan Tinggi) kalian harus pikirkan matang-matang apa bakat dan kesenanganmu kalian untuk bisa disalurkan ke lembaga pendidikan selanjutnya. 

Entah bakatmu itu terlihat aneh bagi orang lain tapi kalo bakat dan kesenangan kalian itu positif why not?

Misal nih, si A sukanya dengan memasak. Ya harusnya si A saat sekolah mengambil SMK jurusan Tata Boga, bukannya malah ambil jurusan Otomotif. Bukannya mereparasi motor, malah mur dan baut motor bisa-bisa dibuat resep makanan siap saji. 

2. Asah bakat dan minat kalian agar bakat yang sudah ada pada diri kalian dapat berkembang.

Misal nih, bikin suatu karya yang sesuai dengan bakat dan minat kalian. Meskipun karya kalian itu bagus atau tidak tetap terus berlatih dengan sungguh-sungguh. Atau juga mengikuti suatu ajang prestasi untuk mengukur sampai di level mana skill kalian.

contoh iseng mengasah bakat dan minat:













3. Konsisten dan perjuangkan bakat minat kalian


Memang bakat dan minat kita itu harus diperjuangkan dan konsisten. Karena kalo tidak konsisten dalam menekuni bakat dan minat yang kalian punya, kedepannya kita tidak bisa fokus dalam menjalaninnya.
Memperjuangkan itu juga perlu, karena tidak semua orang bisa menerima bakat dan minat kita bahkan orang tua kita sendiri pun terkadang kurang setuju dengan bakat dan minat yang kita punya ini. 
Ada cerita nih, temen kita sebut saja inisialnya Ari. Ari ini mempunyai minat dalam corat-coret di kulit sebagai media kanvasnya. Yap Ari menjadi Tatto Artist. Sontak keluarga dan teman-temannya ada yang tidak setuju dengan minat Ari sebagai Tatto Artist karena menurut mereka-mereka bahwa Ari itu bekerja dilingkungan berandalan. Tapi Ari tetep teguh dengan pendiriannya bahwa profesi sebagai Tatto Artist itu sesuatu pekerjaan seni yang halal dan tidak hanya sebagai gaya-gayaan karena bertatto. Dia menunjukkan bahwa profesi Tatto Artist juga bisa berprestasi dengan mengikuti lomba Tatto Artist di Jerman sekitar tiga atau empat tahun yang lalu. Dan dia membawa nama bangsa Indonesia menjadi harum di Jerman dengan The Best Tatto Artist Traditional.

Melihat cerita yang dilakukan oleh Ari, memang kita harus ada suatu perjuangan untuk konsisten pada bakat dan minat kita.
Bakat dan minat kita itu sebuah anugrah terbesar dari Tuhan yang dititipkan kepada kita untuk menjadi manusia yang berguna dan mampu menggunakan anugrah Tuhan dengan baik.

Intinya kalian harus punya prinsip, oke kalo orang tua menyarankan kalian sekolah yang tidak sesuai dengan passion kalian, setidaknya kalian juga harus tahu mana yang terbaik buat kalian sendiri. Sebagai orang tua juga harus bijaksana, statusnya orang tua hanya bisa mensupport dan mengarahkan bakat yang kalian punya. Toh nantinya kalian juga yang ngejalanin, bukan orang tua kalian. Dan disini saya tidak mengajari untuk tidak patuh sama orang tua, ini menyangkut masa depan kalian sendiri. Karena masa depan itu yang nentuin ya kita sendiri. Kita juga nggak harus mengikuti apa yang orang tua inginkan, karena masih banyak pilihan lain untuk menjalani hidup.
Dan jangan lupa untuk terus bermimpi, corat-coret ide kalian, lalu action.

Jadi, apa kalian sudah mengikuti passion kalian sendiri?

Kalo kalian ada pengalaman tentang gimana caranya menuangkan ide kreatif sesuai bakat kalian, silakan share di comment box. Dan kalo ada yang mau ngasih tips dengan gaya kalian, boleh juga dishare di comment box biar temen-temen lain juga pada belajar. See ya!! :D

Share:

1 komentar

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Flickr

Subscribe